Sabtu, 02 Agustus 2008

2. Hari-hariku yang hangat,, selalu di habiskan dengan mimi dan tidur.




Selalu seperti itu,, Mimi dan tidur.
Namaku Ahad. Mimim bilang sih diambil dari hari dimana aku ditemukan. Tepatnya Minggu, 2 April 2006. Hari Ulang Tahun Mimim 1 minggu setelah aku.

Waktu Ulang Tahun Mimim, kami mengadakan acara rutin Syukuran Keluarga dan Selamatan atas hadirnya aku.
Terimakasih.


Karena Mimim punya perusahaan yang sudah lama dikelolanya, setiap pagi sampai malam aku diajak ke kantornya.





Enak sekali loh,, kalau aku lapar,, tinggal bilang “Mimiiiim,, lapaaaaar…!!!!”. Lalu dengan sedikit gerakan yang menimbulkan bunyi pada dus coklat itu, Mimim pasti segera datang.

‘Gak hanya itu,, kalau aku pipis pun tinggal melakukan hal yang sama, Mimim akan segera datang. Pertama-tama Mimim menghampiriku, lalu menyapaku “Ahaad?!… sudah bangun rupanya!!”. “Pipis nggak??” sambil memeriksa popokku basah atau tidak. Kalau aku lapar, aku berteriak sangat keras dan cepat minta mimi. Kalau aku pipis, aku teriak juga tapi agak lambat dan segera meraih tangannya untuk minta dibersihkan.

Sambil memelukku, Mimim dengan segera mengganti alas tidurku, popokku, selimutku, dan segera membersihkan badanku. Setelah dibersihkan, biasanya aku disimpan kembali ke dalam dus coklat itu dan Mimim sibuk membuat mimi untukku.

Aku menunggu dengan sangat tidak sabar, sambil memperhatikannya bulak-balik melewatiku.
Mimim bisa sibuk sekali kalau sedang mengurusku, ternyata ada tamu yang mau memesan kebutuhannya. Sementara di kantor belum ada siapa-siapa, Pipip belum datang, Mba Gita datang siang jam 10.

Tapi Mimim tidak pernah membiarkan aku dalam keadaan lapar. Mimim selalu permisi pada konsumen untuk mengurus aku dulu hingga selesai. Biasanya aku diajak ke meja depan, lalu memperkenalkan aku dan memberi aku mimi di tangannya di depan konsumen juga.

Setiap hal ini terjadi, konsumen pasti langsung memujiku dan memuji Mimimku.
Macam-macam yang mereka tanyakan. Urutan yang paling sering adalah, “Namanya siapa?”, “Nemu? dimana?”, “Kok mau sih ngurus anak kucing?”, “Emang bisa?”, “Miminya apa?”. And bla... and bla... bla... bla…!!!

Mimim dengan ramah menjawab semua pertanyaan mereka. Dan ‘gak lama Pipip datang.
Ternyata Pipip adalah rekan kerjanya Mimim yang Mimim kenal sejak Kantor di Jalan Dago baru di buka.




Setelah selesai dibersihkan dan mimi, aku langsung bobo. Tapi, kalau Mimim simpan aku di dus aku suka ‘gak mau tidur. Aku inginnya tidur di telapak tangannya yang hangat atau dipelukkannya. Walaupun sering kali kalau aku bangun pasti sudah ada di dus lagi. Aku bisa mengerti, karena pasti Mimim dan Pipip sibuk ngurusin konsumen.
Asal aku ‘gak dicuek-in, aku ‘gak apa-apa. Hal yang sangat lucu, kalau Mimim sedang sibuk, biasanya Pipip yang mengambil alih untuk menidurkan aku.

Tapi setiap kali Mimim minta Pipip menidurkan aku, bukan hanya aku yang tidur. Pipip pun suka ikut tidur, Hahahaha……


Katanya sih suka jadi ngantuk kalau lihat aku tertidur pulas. Jadi tanpa disadari, Pipip juga ikut-ikutan tidur. Hahahaha…..




Dan yang bikin tambah asiknya lagi, Mimim itu orangnya rajin sekali mengabadikan segala kondisi. Khususnya momen-momen keluarga. Dan menjadi pembahasan hangat di setiap waktu luang. Huaah… jadi ngantuk…!!








Tempat yang aku suka untuk tidur adalah tempat yang hangat. Dan alangkah senangnya lagi kalau aku bisa tidur dengan cara diapit oleh barang-barang yang membuat tubuhku semakin hangat. Contohnya pakai selimut lembut, atau bantal kecil yang lembut.


Tapi tanpa disadari juga, aku senang tidur di telapak tangan Pipip. Entah kenapa, tangannya selalu terasa hangat. Mimim bilang bisa hangat gitu karena darah Pipip yang panas. Kok bisa ya?! Aah… daripada bingung memkirkan hal itu, aku lebih suka langsung saja tidur.







.....

Tidak ada komentar: